JAR

ruang publik kita belakangan ini banyak disuguhkan dengan diskursus tentang kandidat potensial calon Gubernur Maluku.

Tentu saja hal seperti ini membantu rakyat untuk mengenal bakal calon Gubernur Maluku.

Namun, Menurut Kader Kosgoro57 Maluku Friady Toisuta ada satu hal yang agaknya kurang mendapatkan aksentuasi khusus dari diskursus itu adalah pentingnya etika berpolitik.

Dalam gambar yang memperlihatkan perbincangan antara bakal calon Gubernur Maluku Jeffry Apoly  Rahawarin ( JAR  ) dan Zeth Sahuburua yang merupakan tokoh golkar dan mantan wakil gubernur Maluku periode 2014-2019 itu, terlihat JAR memasukkan tangannya di dalam Saku celana.

Menurut Ady, sikap dan perilaku seseorang menunjukkan karakteristiknya, dimana dia baik, buruk dan sombong.

dalam hal ini etika politik secara etimologis merupakan nilai yang ada di Masyarakat yang sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari- hari.

Pada dasarnya etika politik tidak hanya mengatur sikap pengambilan keputusan dalam pemerintahan, tetapi juga mengatur sikap dan perilaku individu politisi dengan individu politisi lain.

Kader Kosgoro57 Maluku Friady Toisuta sangat menyayangkan sikap yang ditunjukan JAR kepada Zeth Sahuburua yang merupakan Tokoh Golkar Maluku.

Dia mengingatkan JAR untuk berlaku hormat terhadap sesepuh dan tokoh partai Golkar di Maluku. 

“Kami sangat menghormati Zeth Sahuburua  sebagai salah satu sesepuh Partai Golkar.

Beliau sudah banyak makan asam garam dalam pemerintahan dan politik. Tentu kita harus  menghormati beliau dalam tidakan,” ungkap Friady

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *